Aku mencintaimu dengan tulus
Yang hanya kau balas dengan air mata dipipiku
Aku berusaha menjadi yang kau mau
Tetapi kau menuntut lebih
Sebesar apa pun aku mencoba
Kau tetap memakiku
Sebesar apa pun aku bertahan
Aku tetap goyah, tidak ada penyangga
Aku melindungimu dengan kesetiaan
Yang kau hargai dengan penghianatan
Tiada sedikit pun penyesalan disetiap rentetan katamu
Kau bagaikan racun dan madu disaat yang bersamaan
Yang membunuh dan pemanis diwaktu yang bersamaan
Terkadang, aku lelah untuk penantian beriring dengan berubah menjadi yang kau mau
Aku lelah, karena hanya aku yang berlari
Dan aku lelah, karena hanya aku yang memperjuangkan
Tidak ada komentar:
Posting Komentar