Jumat, 21 Juni 2013

Apa keinginan terbesarmu?

'Apa keinginan terbesarmu?"

Kalimat itu terus berputar. Sebenarnya, aku tak tahu jawaban atas kalimat itu. Aku tak tahu apa yang harus kulakukan ketika seseorang melontarkan kalimat itu kepadaku.
Keinginan terbesar? Membahagiakan orang tua? Bukan. Itu jawaban yang sangat klise menurutku. Bukankah itu kewajiban? Aku tak pernah menganggap 'membahagiankan kedua orang tua' adalah keinginan terbesarku. Bukan, bukan karena aku anak durhaka, yang akan mencampakkan kedua orang tuaku begitu saja. Tapi karena memang aku 'harus' melakukannya. Apapun yang terjadi, aku 'harus' tetap melakukannya.

Suatu ketika, aku kembali mendengar kalimat itu. Seorang guruku pernah bertanya kepadaku begini, 'Apa keinginan terbesarmu?" Disitu aku hanya diam. Tak tahu apa yang harus kujawab. Tak satupun ide kudapat dari otakku yang sudah berputar-putar, mencari jawaban yang tepat. Akhirnya, aku hanya menggeleng pasrah ketika tak satupun kalimat jawaban melintas diotakku.
"Kau tahu? Aku ingin sekali dikenal oleh banyak orang." Guruku mulai bercerita, "Bukan. Bukan untuk menjadi artis atau pun seseorang yang gemar 'mengumbar'."
"Aku ingin, ketika seseorang bertanya pada orang lain mengenai siapa diriku, orang itu akan menjawab, 'Oh, dia yang kemarin menolongku' atau 'Pahlawan yang baru saja menyelamatkan satu nyawa'. Bukankah itu lebih menyenangkan?" Guruku tersenyum, "Bukankah kita hidup untuk orang lain? Maksudku, untuk apa hidup jika yang dipikiran kita hanya diri sendiri, dan mencoba untuk egois? Tidak akan ada gunanya."
Guruku sedikit berdeham sebelum melanjutkan bercerita, "Hidup ini dilambangkan 'hitam dan putih', oleh sebab itu, warnailah dengan berbagai macam warna, dengan serapi mungkin. lebih terlihat indah, bukan?"

Cerita guruku itu terus saja terngiang dan membuatku berpikir. Aku mengerti, dan aku tersadar. Hidup hanya sekali,, lantas untuk apa disia-siakan, dan menunggu hal yang tak pasti? Dan lantas, untuk apa menginginkan yang sudah jelas tak dapat kita raih?
Kita hidup untuk seseorang. Orang lain dan seseorang yang akan menyerahkan seluruh hidupnya hanya untuk kita. Lantas, berhentilah mengeluh. Berhentilah untuk berharap dan menunggu yang tak pasti. Waktu terus berjalan, dan tidak akan pernah bisa terulang. Face it, right?

Tidak ada komentar:

Posting Komentar