Bersyukur
Ketika itu hiduplah sepasang suami istri yang hidup bahagia di sebuah kota besar. Pasangan suami istri ini terlihat bahagia. Keadaan ekonomi yang menunjang pun membuat hidup mereka semakin harmonis.
Pada suatu ketika, ditengah-tengah keluarga bahagia ini, mendapatkan kabar bahagia. Sang istri kini mengandung anak pertama. Kebahagian pun menyelimuti keluarga ini.
Sang istri terus memperhatikan segala tindakan dan makannannya demi menjaga kesehatan sang bayi. Namun disisi lain, sang suami kerap kali melakukan kecurangan dalamproyek prusahaannya. Sang suami sering memakan uang suap dan sejenisnya.
Sampai pada akhirnya, Tuhan menegur keluarga ini. Bayi yang dalam kandungan istrinya, terlahir cacat. Sepasang suami istri ini pun terus mempeributkan masalah ini. Sang suami merasa jika kelahiran bayi yang cacat ini merupakan aib bagi keluarga terpandang mereka.
Sang suami pun memutuskan untuk memberikan anak pertamanya kepada sepasang pembantu yang telah melayani mereka sejak lama. Sang istri yang awalnya menolak, mau tak mau harus menyerahkan buah hatinya itu. Sang istri tak dapat menahan tangisannya ketika bayinya dibawa pergi jauh dari kehidupan keluarga mereka.
15 tahun kemudian
Sepasang suami istri itu tidak juga mendapat keturunan lagi setelah kejadian itu. Sepasang suami istri ini pun merasa sangat menyesal telah membuang anak kandungnya sendiri. Mereka selalu bersabar dan minta pengampunan pada Tuhan Yesus. Sekarang pun, mereka sudah rajin untuk mengikuti ibadah setiap minggunya. Hingga pada suatu ketika, sepasang suami istri ini tidak sengaja bertemu dengan kedua mantan pembantunya yang merawat bayi mereka.
Lalu sang pembantu membawa sepasang suami istri ini ke sebuah gereja. Gereja ini terlihat begitu sederhana. Namun, pekarangan yang terawat memberi kesan tentram. Seorang gadis terlihat sedang disalami oleh anak-anak kecil yang tersenyum bahagia.
Gadis itu terlihat sangat cantik dengan balutan baju serba putih. Baju khusus seorang biarawati. Sang istri yang menyadari bahwa gadis itu putri kandunganya, langsung berlari memeluk anak gadisnya. Penantian sepasang suami istri ini pun terasa terbayar lunas.
Sang gadis yang tidak mengenal siapamengernyit kebingung. Dan menatap kepada sang ibu yang selami ini merawatnya dengan pandangan tanda tanya.
"Dia ibu kandungmu yang selama ini kuceritakan. Tuhan Yesus mendengar doamu." Kata sang ibu.
Gadis itu menatap sang istri dengan pandangan tak percaya, sedih, senang, dan terharu. Sungguh, Tuhan mendengar penantiannya selama ini. Penantian akan kesadaran dan pertobatan. Gadis itu memeluk erat sang istri, yang disusul dengan pelukan sang suami.
Kini, sepasang suami istri itu telah sadar. Bersyukurlah apapun yang Dia kasih kepada kita. Buruk ataupun Baik. Senang ataupun Sedih. Karena Kasih-Nya, jauh tak ternilain harganya.
Tidak ada komentar:
Posting Komentar