Kau dan Aku.... Sahabat
Kau dan aku sahabat
Kau menuntunku kepada pelangi indah sehabis hujan
Kau memberikan cahaya ketika ruangan terasa gelap
Kau menendang segala kerikil yang menghalau jalan kita
Kau bahkan menuntunku ketika kakiku tak lagi sanggup untuk berjalan
Namun semuanya sirna
Ketika dia datang
Dia yang mewarnai hidupmu
Hanya hidupmu
Kau meninggalkanku demi teman barumu
Teman yang baru kau kenal beberapa hari
Apakah persahabatanmu dengan 'dia' lebih berarti dibanding denganku?
Kulihat senyummu semakin berkilau
Bukan, bukan senyuman itu
Bukan senyuman yang selama ini kau beri
Senyuman itu... lebih bercahaya
Kini hanya jalan setapak yang kulewati
Tidak ada lagi jalan raya yang besar yang 'kita' lewati dulu
Batu-batu pun memenuhi jalan ini
Tak seperti jalan mulus yang beraspal yang kau tunjukkan dulu
Kosong
Kosong akan kecerian
Kosong akan tawa
Dan kosong akan arti persahabatan
Apakah seperti ini rasanya?
Sungguh, begitu menyakitkan
Aku lebih memilih sendiri dibanding merasakannya
Kau kembali
Kembali setelah dicampakkan olehnya
Kembali setelah kau merasakan sakit seperti yang kurasakan
Kau menangis dihadapanku
Mengucapkan maaf beribu kali
Apa yang harus kulakukan?
Haruskah aku memaafkannya?
Hati ini terlalu saktit untuk mengatak 'iya'
Namun tangan ini tak pernah sakit untuk menghapus air matamu
Namun bibir ini tak pernah sakit untuk tersenyum
Namun mata ini pun tak pernah sakit untuk ikut merasakan
Aku mengerti
Mengerti arti kata 'sahabat'
Bukankah ini arti sahabat sesungguhnya?
Tak ada kata kebencian
Selalu ada kata maaf
Dan akan selalu ada senyuman dibalik hati yang sakit
Tidak ada komentar:
Posting Komentar